Main Article Content
Abstract
Perkembangan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam satu dekade terakhir telah menjadi salah satu fenomena industrialisasi paling signifikan di Indonesia. Kawasan industri berbasis pengolahan nikel ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi mineral strategis, tetapi juga memicu perubahan mendasar dalam struktur ekonomi regional. Artikel ini bertujuan menganalisis transformasi ekonomi dan ketenagakerjaan yang terjadi di Kabupaten Morowali setelah berkembangnya industri pengolahan nikel melalui IMIP.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya data produk domestik regional bruto (PDRB) dan statistik ketenagakerjaan. Analisis dilakukan melalui beberapa metode, yaitu analisis deskriptif ekonomi regional, analisis before–after untuk mengidentifikasi perubahan struktural setelah berkembangnya kawasan industri, serta analisis elastisitas kesempatan kerja dan multiplier ketenagakerjaan untuk menilai dampak industrialisasi terhadap pasar tenaga kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan IMIP telah mendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat di Kabupaten Morowali. Struktur ekonomi daerah mengalami perubahan signifikan dari dominasi sektor ekstraktif menuju sektor industri pengolahan. Kontribusi sektor industri terhadap PDRB meningkat secara tajam, sementara pendapatan per kapita mengalami peningkatan yang signifikan. Pada saat yang sama, dinamika pasar tenaga kerja juga mengalami transformasi, ditandai dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja yang bekerja, relatif rendahnya tingkat pengangguran, serta meningkatnya proporsi pekerjaan formal dan pekerjaan penuh waktu.
Analisis elastisitas ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Morowali memiliki hubungan positif dengan penciptaan kesempatan kerja, meskipun tingkat elastisitasnya relatif moderat karena karakteristik industri pengolahan yang memiliki produktivitas tinggi. Selain itu, aktivitas industri juga menghasilkan multiplier effect yang signifikan melalui perkembangan sektor-sektor pendukung seperti perdagangan, transportasi, konstruksi, dan jasa.
Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi mineral dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong transformasi ekonomi regional di negara berkembang yang kaya sumber daya alam. Namun keberlanjutan transformasi tersebut memerlukan penguatan sumber daya manusia, pengembangan keterkaitan industri lokal, serta strategi diversifikasi ekonomi untuk memastikan bahwa manfaat industrialisasi dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya data produk domestik regional bruto (PDRB) dan statistik ketenagakerjaan. Analisis dilakukan melalui beberapa metode, yaitu analisis deskriptif ekonomi regional, analisis before–after untuk mengidentifikasi perubahan struktural setelah berkembangnya kawasan industri, serta analisis elastisitas kesempatan kerja dan multiplier ketenagakerjaan untuk menilai dampak industrialisasi terhadap pasar tenaga kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan IMIP telah mendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat di Kabupaten Morowali. Struktur ekonomi daerah mengalami perubahan signifikan dari dominasi sektor ekstraktif menuju sektor industri pengolahan. Kontribusi sektor industri terhadap PDRB meningkat secara tajam, sementara pendapatan per kapita mengalami peningkatan yang signifikan. Pada saat yang sama, dinamika pasar tenaga kerja juga mengalami transformasi, ditandai dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja yang bekerja, relatif rendahnya tingkat pengangguran, serta meningkatnya proporsi pekerjaan formal dan pekerjaan penuh waktu.
Analisis elastisitas ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Morowali memiliki hubungan positif dengan penciptaan kesempatan kerja, meskipun tingkat elastisitasnya relatif moderat karena karakteristik industri pengolahan yang memiliki produktivitas tinggi. Selain itu, aktivitas industri juga menghasilkan multiplier effect yang signifikan melalui perkembangan sektor-sektor pendukung seperti perdagangan, transportasi, konstruksi, dan jasa.
Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi mineral dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong transformasi ekonomi regional di negara berkembang yang kaya sumber daya alam. Namun keberlanjutan transformasi tersebut memerlukan penguatan sumber daya manusia, pengembangan keterkaitan industri lokal, serta strategi diversifikasi ekonomi untuk memastikan bahwa manfaat industrialisasi dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Keywords
hilirisasi mineral
industrialisasi daerah
transformasi ekonomi regional
multiplier effect
Indonesia Morowali Industrial Park
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Copyright ©Kementerian PPN/Bappenas RI
How to Cite
Muhyiddin, M., Mendatu, A., & Amrizal, M. D. R. (2026). Ekonomi Politik Hilirisasi Nikel dan Transformasi Morowali sebagai Episentrum Industrialisasi Baru Indonesia . Bappenas Working Papers, 9(2), 274-302. https://doi.org/10.47266/bwp.v9i2.567
References
- Acemoglu, D., & Robinson, J. A. (2012). Why nations fail: The origins of power, prosperity, and poverty. Crown Currency.
- Auty, R. M. (2001). Resource abundance and economic development. OUP Oxford.
- Badan Pusat Statistik. (2024). Kabupaten Morowali dalam angka 2024. BPS Kabupaten Morowali.
- Badan Pusat Statistik. (2024). Provinsi Sulawesi Tengah dalam angka 2024. BPS Provinsi Sulawesi Tengah.
- Badan Pusat Statistik. (2025). Keadaan ketenagakerjaan Indonesia: Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). BPS.
- Gereffi, G. (1999). International trade and industrial upgrading in the apparel commodity chain. Journal of International Economics, 48(1), 37–70. https://doi.org/10.1016/S0022-1996(98)00075-0
- Gereffi, G., Humphrey, J., & Sturgeon, T. (2005). The governance of global value chains. Review of International Political Economy, 12(1), 78–104. https://doi.org/10.1080/09692290500049805
- Greenwald, B., & Stiglitz, J. E. (2014). Creating a learning society: A new approach to growth, development, and social progress. Columbia University Press.
- Hirschman, A. O. (1958). The strategy of economic development.
- Hausmann, R., & Hidalgo, C. A. (2014). The atlas of economic complexity: Mapping paths to prosperity. MIT Press.
- International Energy Agency. (2023). The role of critical minerals in clean energy transitions. IEA.
- International Energy Agency. (2024). Global critical minerals outlook 2024. IEA.
- Krugman, P. (1991). Geography and trade. Cambridge. MIT Press. 1991b. Increasing returns and economic geography. Journal of Political Economy, 99(31), 483-99.
- Kuznets, S. (1966). Modern economic growth: Rate, structure, and spread. Yale University Press.
- Lewis, W. A. (1954). Economic development with unlimited supplies of labour. The Manchester School, 22(2), 139–191. https://doi.org/10.1111/j.1467-9957.1954.tb00021.x
- Ministry of Energy and Mineral Resources of Indonesia. (2023). Indonesia critical minerals strategy for energy transition. Jakarta.
- Nugroho, H., & Amrizal, M. D. R. (2026). Energi, Transisi Hijau, dan Hilirisasi Minerba 2026: Menyelaraskan Ketahanan Energi dan Industrialisasi Indonesia. Bappenas Working Papers, 9(1), 94 - 112. https://doi.org/10.47266/bwp.v9i1.539
- OECD. (2023). Critical minerals for the energy transition: Policies and strategies. OECD Publishing.
- Rodrik, D. (2004). Industrial policy for the twenty-first century. Available at SSRN 666808.
- Rodrik, D. (2016). Premature deindustrialization. Journal of Economic Growth, 21(1), 1–33. https://doi.org/10.1007/s10887-015-9122-3
- Sachs, J. D., & Warner, A. M. (1995). Natural resource abundance and economic growth.
- Sen, A. (1999). Development as freedom. Oxford University Press, Oxford
- Stiglitz, J., & Pike, R. M. (2004). Globalization and its Discontents.
- Stiglitz, J. E. (2012). Creating a learning society. The London School of Economics and Political Science. The Amartya Sen Lecture.
- United Nations Conference on Trade and Development. (2023). Commodities and development report: Critical minerals for the energy transition. UNCTAD.
- World Bank. (2020). Trading for development in the age of global value chains. World Bank.
- World Bank. (2023). Commodity markets outlook: The role of critical minerals in the energy transition. World Bank.
- World Bank. (2024). Critical minerals for sustainable energy transitions. World Bank.