Main Article Content
Abstract
Transformasi kawasan industri sering menjadi titik balik dalam sejarah pembangunan suatu negara. Dalam literatur ekonomi pembangunan, kisah kebangkitan Shenzhen dari desa nelayan menjadi pusat teknologi global merupakan contoh paling dramatis dari keberhasilan industrialisasi berbasis kawasan. Dalam waktu kurang dari empat dekade, Shenzhen berkembang dari wilayah perifer menjadi pusat manufaktur dan inovasi teknologi dunia.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah dapatkah pengalaman Shenzhen direplikasi di negara berkembang lain? Dalam konteks Indonesia, pertanyaan ini menjadi relevan ketika melihat perkembangan pesat Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali. Kawasan industri ini telah menjadi simbol keberhasilan kebijakan hilirisasi mineral Indonesia, khususnya dalam pengolahan nikel yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik.
Namun, apakah Morowali berpotensi menjadi “Shenzhen Indonesia”? Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu dilihat dari perspektif ekonomi politik pembangunan dan transformasi struktural.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Copyright ©Kementerian PPN/Bappenas RI
References
- -