Main Article Content
Abstract
PSN Pangan dan Bioetanol di Kabupaten Merauke merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Namun, implementasinya memunculkan dinamika kebijakan yang melibatkan pemerintah, perusahaan, masyarakat adat, hingga organisasi masyarakat sipil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan koalisi kebijakan, sistem keyakinan (policy core beliefs), serta sumber daya dan strategi yang digunakan masing-masing koalisi dalam mempengaruhi implementasi PSN Merauke menggunakan perspektif Advocacy Coalition Framework (ACF). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap aktor-aktor kunci dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PSN Merauke berlangsung dalam suatu policy subsystem yang mempertemukan dua koalisi utama, yaitu koalisi pembangunan yang terdiri dari Pemerintah Pusat, Pemkab Merauke, perusahaan, serta tokoh masyarakat yang terlibat pembangunan dan koalisi perlindungan sosial-ekologis yang terdiri dari masyarakat adat, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi. Kontestasi kebijakan tidak berpusat pada tujuan pembangunan, melainkan pada tata kelola implementasinya, terutama terkait partisipasi masyarakat, keterbukaan informasi, perlindungan wilayah adat, serta distribusi manfaat dan risiko pembangunan. Perbedaan policy core beliefs, distribusi sumber daya, dan strategi antar koalisi membentuk pola interaksi yang mempengaruhi implementasi kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme partisipasi masyarakat, peningkatan keterbukaan dan akses informasi, serta koordinasi yang lebih efektif antara pemerintah, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat agar implementasi PSN berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Copyright © Bappenas Working Papers
References
- Bappenas. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Jakarta.
- Badan Registrasi Wilayah Adat. (2024). BRWA update: Status pengakuan wilayah adat Agustus 2024. Bogor: Yayasan Badan Registrasi Wilayah Adat. https://www.brwa.or.id/assets/image/rujukan/1723272701.pdf
- Chao, S. (2018). In the shadow of the palm: Dispersed ontologies among Marind, West Papua. Cultural Anthropology, 33(4), 621–649.
- Enala, S. H., Jalal, N., & Adam, A. F. (2025). Analisis Peran dan Kewenangan Aktor Administrasi Publik dalam Proyek Pangan Nasional di Papua Selatan: Perspektif Multi-Level Governance. Musamus Journal of Public Administration, 7(2), 369-377.
- Ginting, L., & Pye, O. (2013). Resisting agribusiness development: The merauke integrated food and energy estate in West Papua, Indonesia. ASEAS-Austrian Journal of South-East Asian Studies, 6(1), 160-182.
- Gunawan, H. (2024, November 4). Program percepatan swasembada untuk kesejahteraan masyarakat Papua. Tribunnews. https://www.tribunnews.com/bisnis/2024/11/04/program-percepatan-swasembada-untuk-kesejahteraan-masyarakat-papua
- Ito, T., Rachman, N. F., & Savitri, L. A. (2014). Power to make land dispossession acceptable: A policy discourse analysis of the Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE), Papua, Indonesia. Journal of Peasant Studies, 41(1), 29–50.
- Jenkins-Smith, H. C., Nohrstedt, D., Weible, C. M., & Ingold, K. (2018). The advocacy coalition framework: An overview of the research program. Theories of the policy process, 135-171.
- Jenkins-Smith, H. C., & Weible, C. M. (2025). The advocacy coalition framework (p. 354). Springer Nature.
- Kemenko Perekonomian. (2024). Laporan Perkembangan Proyek Strategis Nasional Tahun 2024.
- Leavy, P. (2022). Research design: Quantitative, qualitative, mixed methods, arts-based, and community-based participatory research approaches. Guilford publications.
- Li, T. M. (2020). Land's end: Capitalist relations on an indigenous frontier. Duke University Press.
- Li, W., & Weible, C. M. (2021). China’s policy processes and the advocacy coalition framework. Policy Studies Journal, 49(3), 703-730.
- Muhajir Firrizqi Mubaroq, A., Desyalika Putri, N., Kusumawati, A., Yustia Ayu Ratna Sari, M., & Kumar, A. (2025). Contemplating Indigenous Peoples' Rights and Food Resilience Strategies in Merauke Food Estate: A Comparative Study with India’s Food Estate. In E3S Web of Conferences (Vol. 673, p. 02011). EDP Sciences. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202567302011
- Myers, R., Intarini, D., Sirait, M. T., & Maryudi, A. (2017). Claiming the forest: Inclusions and exclusions under Indonesia's ‘new’forest policies on customary forests. Land use policy, 66, 205-213.
- Nohrstedt, D., Ingold, K., Weible, C. M., Koebele, E. A., Olofsson, K. L., Satoh, K., & Jenkins-Smith, H. C. (2023). The advocacy coalition framework: Progress and emerging areas. In Theories of the policy process (pp. 130-160). Routledge.
- Nurshafira, T. (2019). Ekonomi Politik Akses atas Lahan: Kontestasi atas “Negara” dalam Mega Proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). Jurnal PolGov.
- Parukka, R. A. P., & Adam, A. F. (2026). Collaborative Governance Sebagai Resolusi Konflik Agraria Di Kecamatan Ilwayab, Merauke, Papua Selatan. Musamus Journal of Public Administration, 8(2), 124-134.
- Prakasa, S. U. W., Rakia, A. S. R. S., & Wook, I. (2023). Protecting the Land Tenure Rights of Papuan Indigenous Peoples After New Autonomy Region: A Socio-Legal Study. Indonesian Law Reform Journal (ILREJ), 3(3), 287–303.
- Rikardus, E. (2025). Ketahanan Pangan dan Hak Akses Lahan bagi Masyarakat Adat di Merauke: Kajian Kritis atas Implementasi Kebijakan Publik. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(1), 81-88.
- Samodro, J. (2026). Dampak sosial dan lingkungan proyek strategis nasional di Indonesia: Pendekatan Strategic Environmental and Social Assessment (SESA). Bappenas Working Papers, 9(2), 382–413. https://doi.org/10.47266/bwp.v9i2.569
- Santika, T., Wilson, K. A., Budiharta, S., Law, E. A., Poh, T. M., Ancrenaz, M., ... & Meijaard, E. (2019). Does oil palm agriculture help alleviate poverty? A multidimensional counterfactual assessment of oil palm development in Indonesia. World Development, 120, 105-117.
- Sari, M, R., & Arman, M. (2025). Pembukaan kawasan hutan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor pangan dan energi dan ancamannya terhadap hak masyarakat adat atas hutan adat. Jakarta: Aliansi Masyarakat Adat Nusantara.
- Taberima, S., Djuuna, I. A. F., Musaad, I., Murdiyarso, D., & Purbopuspito, J. (2016). Carbon stock in peatlands ecosystem of West Papua and Papua Provinces, Eastern Indonesia. Dalam Proceedings of the International Conference on Tropical Peatland and Environmental Sustainability.
- Weible, C. M., Heikkila, T., DeLeon, P., & Sabatier, P. A. (2012). Understanding and influencing the policy process. Policy sciences, 45(1), 1-21.
- Yayasan Pusaka Bentala Rakyat. (2025). Kajian Sosial-Ekologi Proyek Strategis Nasional Pangan dan Bioetanol di Merauke. Jakarta: Yayasan Pusaka Bentala Rakyat. https://pusaka.or.id/riset_investigation/psn-merauke-ii-perampasan-tanah-deforestasi-dan-ancaman-etnosida/
- Yayasan Pusaka Bentala Rakyat. (2024, September 12). Proyek strategis nasional pengembangan pangan dan energi Merauke berpotensi melanggar hak asasi manusia dan memperparah krisis ekologi. Pusaka. https://pusaka.or.id/news/proyek-strategis-nasional-pengembangan-pangan-dan-energi-merauke-berpotensi-melanggar-hak-asasi-manusia-dan-memperparah-krisis-ekologi/