Main Article Content

Abstract

Energi, transisi hijau, dan hilirisasi mineral serta batubara merupakan tiga agenda kebijakan yang semakin menentukan arah pembangunan ekonomi Indonesia pada paruh kedua dekade 2020-an. Ketiganya tidak dapat dipahami secara terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan strategi yang sarat dengan trade-off antara ketahanan energi, daya saing industri, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Bab ini bertujuan memberikan pembacaan analitis terhadap keterkaitan ketiga agenda tersebut dalam konteks Indonesia menjelang 2026, dengan menempatkannya sebagai fondasi struktural industrialisasi dan transformasi ekonomi nasional.


Berangkat dari dinamika global pasca-pandemi Covid-19, gejolak geopolitik, dan tekanan transisi energi rendah karbon, analisis ini menunjukkan bahwa ketahanan energi Indonesia masih bertumpu pada bauran energi hibrida yang didominasi energi fosil, khususnya batubara dan gas bumi. Di saat yang sama, tekanan global terhadap penurunan emisi dan standar keberlanjutan mendorong kebutuhan transisi hijau yang tidak selalu sejalan dengan kebutuhan jangka pendek industrialisasi. Dalam konteks inilah, hilirisasi mineral dan batubara muncul sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah domestik dan memperkuat struktur industri, sekaligus menjadi sumber ketegangan baru karena sifatnya yang padat energi dan berpotensi menekan lingkungan.


Bab ini menegaskan bahwa keberhasilan agenda pembangunan Indonesia ke depan tidak ditentukan oleh pilihan antara energi fosil, transisi hijau, atau hilirisasi, melainkan oleh kemampuan negara untuk mengintegrasikan ketiganya secara konsisten dan realistis. Ketahanan energi perlu dipahami melampaui kecukupan pasokan, mencakup keterjangkauan, keandalan, dan keberlanjutan. Transisi hijau harus dikelola sebagai proses ekonomi-politik yang adaptif, sementara hilirisasi perlu diukur dari kualitas dampaknya terhadap industri, tenaga kerja, wilayah, dan lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, bab ini diharapkan menjadi dasar analitis bagi Outlook 2026 yang lebih utuh, kredibel, dan relevan bagi perumusan kebijakan pembangunan nasional.

Keywords

ketahanan energi; transisi hijau; hilirisasi mineral dan batubara; industrialisasi nasional; pembangunan berkelanjutan; Outlook Energi 2026 ketahanan energi transisi hijau hilirisasi mineral dan batubara

Article Details

How to Cite
Nugroho, H., & Amrizal, M. D. R. (2026). Energi, Transisi Hijau, dan Hilirisasi Minerba 2026: Menyelaraskan Ketahanan Energi dan Industrialisasi Indonesia. Bappenas Working Papers, 9(1), 94 - 112. https://doi.org/10.47266/bwp.v9i1.539

References

  1. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2022). Kajian hilirisasi industri mineral dan implikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Bappenas.
  2. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2025). Peta jalan dekarbonisasi industri nikel Indonesia. Bappenas.
  3. Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2022). Tata kelola industri ekstraktif dan tantangan keberlanjutan hilirisasi mineral (BRIN Policy Brief Series). BRIN.
  4. Chen, S., & Lam, N. (2023). China’s overseas nickel investments and Indonesia’s downstream industrialization. Energy Policy, 173, 113367. https://doi.org/10.1016/j.enpol.2022.113367
  5. Ciptaswara, R. F., & Sulistiowati. (2022). Implementasi hilirisasi mineral dan batu bara dalam rangka mewujudkan kedaulatan energi dan daya saing industri nasional. Mimbar Hukum, 34(2), 521–558. https://doi.org/10.22146/mh.v34i2.3490
  6. Climate Rights International. (2024). Nickel unearthed: The human and climate costs of Indonesia’s nickel industry. Climate Rights International.
  7. CREA & CELIOS. (2024). Debunking the value-added myth in the nickel downstream industry: Economic and health impacts of the nickel industry in Central Sulawesi, Southeast Sulawesi, and North Maluku. Centre for Research on Energy and Clean Air & Center of Economic and Law Studies.
  8. Energy in Indonesia. (n.d.). In Wikipedia. Retrieved January 18, 2026, from https://en.wikipedia.org/wiki/Energy_in_Indonesia
  9. Institute for Essential Services Reform. (2024). Indonesia energy transition outlook 2024. IESR.
  10. International Energy Agency. (2021). The role of critical minerals in clean energy transitions. IEA.
  11. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2022). Roadmap pengembangan industri nikel Indonesia. Kementerian ESDM.
  12. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2023, March 21). Aksi kolaborasi dorong percepatan transisi energi dan hilirisasi mineral nasional [Press release]. https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/aksi-kolaborasi-dorong-percepatan-transisi-energi-dan-hilirisasi-mineral-nasional
  13. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2025, May 26). Energi dan Mineral Forum 2025: perkuat sinergi untuk swasembada energi dan transisi yang adil. (URL tidak tersedia secara langsung di situs arsip media; dapat ditautkan jika tersedia publikasi resmi).
  14. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2025, September 22). Indonesia dorong hilirisasi batubara dan transisi energi pada Coaltrans Asia 2025. https://www.minerba.esdm.go.id/berita/minerba/detil/20250922-indonesia-dorong-hilirisasi-batubara-dan-transisi-energi-pada-coaltrans-asia-2025
  15. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2025, October 23). Setahun minerba berdampak untuk negeri. (URL spesifik belum tersedia di arsip berita)
  16. Laode Sulaeman. (2025, October 9). Dirjen Migas tekankan hilirisasi dan modernisasi infrastruktur untuk wujudkan ketahanan energi nasional [News article]. (URL tidak tersedia di sumber resmi)
  17. Nugroho, H. (2012). Energi dalam perencanaan pembangunan. IPB University Press.
  18. Nugroho, H. (2015). Redefining Indonesia’s energy security efforts to adopt cleaner, more sustainable energy strategies. In Indonesia: A regional energy leader in transition. National Bureau of Asian Research.
  19. Nugroho, H. (2022). Beberapa pemikiran mengenai pembangunan industri gas bumi Indonesia: Some thoughts on Indonesian natural gas industry development. Deepublish.
  20. Nugroho, H. (2022). Pembangunan energi dan pertambangan Indonesia: Kebijakan dan tantangannya. IPB Press.
  21. Nugroho, H. (2023). Toward better energy policies for Indonesia. One Peach Media.
  22. Nugroho, H., Widyastuti, L., & Rustandi, D. (2023). Is Indonesia really prepared for the energy transition? In Kiswantono & Shoedarto (Eds.), Indonesia’s energy transition preparedness framework toward 2045. BRIN.
  23. Ramadhani, E. (2025). An assessment of Indonesia’s nickel downstreaming [PDF]. Bio-Conference Proceedings.
  24. Rahman, D., & Raphael, F. (2025). Optimizing the utilization of coal in Indonesia through downstreaming: Economic benefits, challenges, and solutions. EMAGRAP, 2(2).
  25. World Resources Institute. (2025, October 2). Komitmen pembangunan mineral hijau melalui Indonesia Green Mineral Investment Forum (IGMIF) 2025 [Press release]. https://wri-indonesia.org/id/berita/komitmen-pembangunan-mineral-hijau-dalam-indonesia-green-mineral-investment-forum-igmif-2025