Main Article Content

Abstract

Pendidikan berperan penting dan strategis dalam pembangunan bangsa. Keberhasilan membangun pendidikan berkontribusi besar dalam mencapai tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan. Pendidikan juga sangat penting untuk membangun SDM unggul, yang menguasai iptek dan inovasi, serta memiliki keahlian dan keterampilan teknikal sebagai pilar utama pembangunan nasional. Untuk itu, investasi di sektor pendidikan mutlak diperlukan untuk menghasilkan SDM berkualitas, yang menjadi faktor kunci produktivitas bangsa. Dalam 25 tahun terakhir pembangunan pendidikan relatif berhasil, namun masih terjadi kesenjangan akses layanan pendidikan yang tercermin pada Angka Partisipasi Kasar (APK) yang timpang, baik antarkelompok masyarakat berstatus sosial-ekonomi berbeda (kaya-miskin) maupun antardaerah. Selain itu, kualitas pendidikan Indonesia juga masih belum baik bahkan tertinggal agak jauh dari negara-negara tetangga di Asia, yang dapat dilihat hal capaian hasil belajar siswa sebagaimana ditunjukkan dalam skor PISA. Artikel ini membahas kedua isu kritikal tersebut melalui studi literatur yang dikombinasikan dengan analisis data statistik untuk melihat kinerja pembangunan pendidikan di Indonesia. 

Keywords

Investasi Pendidikan Proktivitas Kualitas Hidup Manusia SDM Unggul Daya Saing Bangsa

Article Details

How to Cite
Alhumami, A. (2025). Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan untuk Mewujudkan SDM Unggul yang Produktif. Bappenas Working Papers, 8(3), 537 - 550. https://doi.org/10.47266/bwp.v8i3.473

References

  1. Asia Development Bank (2023). Asia Productivity Outlook. Manila: ADB
  2. Bill Readings (1997). The University in Ruins. Cambridge: Harvard University Press
  3. Buku Putih Visi Misi Calon Presiden RI dan Calon Wakil Presiden RI 2024-2029: Asta Cita
  4. George Psacharopoulos & Maureen Woodhall (2015 [1985]). Education for Development: Policy Analysis for Investment Choices. London, Oxford: Oxford University Press
  5. International Labour Organization (2022). World Employment and Social Outlook: Trends 2022. www.ilo.org
  6. James J. Heckman (2012). “Investing in Early Childhood Development: Reduce Deficits, Strengthen the Economy.” The Heckman Equation. www.heckmanequation.org.
  7. Michael P. Todaro & Stephen C. Smith (2018 [2006]). Economic Development. New York, London: Pearson
  8. Pusat Data Pendidikan Tinggi (PDDikti, Maret 2023). “Pertumbuhan Program Studi Berdasarkan Bidang Ilmu.” Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  9. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN 2025-2029) Kementerian PPN/Bappenas. Jakarta: Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025
  10. Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD). The Results of Programme for International Student Assessment (PISA 2022). oecd.org
  11. Scimago (2021). SCImago Journal & Country Rank. www.scimagojr.com
  12. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik Lintas Tahun. (2015-2024) Jakarta: BPS
  13. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik Lintas Tahun. (2010-2023) Jakarta: BPS
  14. Survei Ketenagakerjaan Nasional (Sakernas). (2024). Badan Pusat Statistik (BPS)
  15. UNICEF (2019). UNICEF (2019). Unicef’s Global Education Strategy 2019-2030. www.unicef.org
  16. UNICEF (2024). Early Childhood Development Programme Research Brief. www.unicef.org
  17. UNESCO. (2022). The Impact of the Covid-19 Pandemic on Education: International Evidence from the Responses to Educational Disruption Survey (REDS). www.unesco.org
  18. UNESCO (2021). Unesco Institute for Statistics (UIS). www.enesco.org
  19. Walter W. McMahon (2017). The Private and Social Benefits of Higher Education. Baltimore, New York: John Hopkins University Press
  20. World University Rankings. (2024): Quacquarelli Symonds (QS) & Times Higher Education (THE). www.timeshighereducation.com