Main Article Content

Abstract

Penelitian ini menganalisis peluang implementasi biodiversity credit sebagai instrumen inovatif untuk mempercepat pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 15: Ekosistem Daratan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis system thinking untuk mengevaluasi status pencapaian TPB 15, mengidentifikasi interkoneksi antar target, dan menganalisis potensi biodiversity credit sebagai leverage point dalam sistem. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian yang bervariasi pada 14 indikator pada TPB 15. Analisis system thinking mengidentifikasi empat klaster indikator yang saling terkait: kebijakan, tata kelola, ekosistem, dan ancaman, dengan tutupan hutan sebagai hub sentral yang mempengaruhi seluruh sistem. Biodiversity credit dapat mengaktifkan feedback loop positif melalui penciptaan insentif ekonomi untuk konservasi, serta menghubungkan nilai ekologi dengan nilai ekonomi. Implementasi biodiversity credit berpotensi mentransformasi paradigma konservasi dari kepatuhan terhadap regulasi menjadi aktifitas berorientasi profit, menciptakan model pembiayaan berkelanjutan yang mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal.

Keywords

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Ekosistem Daratan Biodiversity Credit

Article Details

How to Cite
Mardana, I. W., & Kustiwan, I. (2026). Implementasi Biodiversity Credit untuk Integrasi Pencapaian Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 15: Ekosistem Daratan di Indonesia . Bappenas Working Papers, 9(2), 447-463. https://doi.org/10.47266/bwp.v9i2.465

References

  1. Badan Pusat Statistik. (2024). Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia Volume 8, 2024. Badan Pusat Statistik
  2. Bappenas. (2021). Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep. 136/M.Ppn/Hk/12/2021 Tentang Penetapan Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) Tahun 2021 - 2024
  3. Bappenas. (2023). Laporan Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2023. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
  4. Bappenas. (2023). Peta Jalan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2023-2030. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
  5. Bappenas. (2024). Metadata Indikator tahun 2024 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia Pilar Pembangunan Lingkungan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
  6. Ansell, C., Sørensen, E. and Torfing, J. (2022), "Translating Global Goals to Local Contexts", Co-Creation for Sustainability, Emerald Publishing Limited, Leeds, pp. 41-56. https://doi.org/10.1108/978-1-80043-798-220220004
  7. Darajati, W., Rudiyanto, A., & Nugroho, H. (2024). Lingkungan hidup dan sumberdaya alam: Refleksi RPJPN 2005-2025 dan visi 2025-2045. Bappenas Working Papers, 7(1), 86-105. https://doi.org/10.47266/bwp.v7i1.314
  8. Haryana, A. (2022). Impact analysis of strategic policy of natural resources and environment in the Indonesian long-term development plan of 2005-2025. The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 3(2), 136-148. https://doi.org/10.46456/jisdep.v3i2.300
  9. Haraldsson, H. V. (2004). Introduction to system thinking and causal loop diagrams. Department of Chemical Engineering, Lund University.
  10. Meadows, D. H. (2008). Thinking in systems: A primer. Chelsea Green Publishing.
  11. Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  12. Republik Indonesia. (2024). Strategi Dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025-2045. Kementerian PPN/Bappenas
  13. Sachs, J. D. (2012). From millennium development goals to sustainable development goals. The Lancet, 379(9832), 2206-2211. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(12)60685-0
  14. Wijayanti, Y. R., & Sari, I. C. (2024). Reinvigorating sustainable green economics in Indonesia: Exploring the nexus between Global Green Economy Index and SDG 8. The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 5(3), 203-216. https://doi.org/10.46456/jisdep.v5i3.612
  15. Wunder, S., Fraccaroli, C., Bull, J. W., Dutta, T., Eyres, A., Evans, M. C., Thorsen B. J., Jones, J. P. G, Maron, M. Muys, B., Pacheco A., Olesen, A. S., Swinfield, T., Tegegne Y.T., White, T. B., Zhang, H. & zu Ermgassen, S. O. S. E. (2025). Biodiversity credits: An overview of the current state, future opportunities, and potential pitfalls. Business Strategy and the Environment, 0, 1-30. https://doi.org/10.1002/bse.70018
  16. Yudhista, R. Y., Karuniasa, M., and Koestoer, R.H. (2024). Market-Based Conservation Preference In The Forest Conservation Business. Journal of Environmental Science and Sustainable Development, 7(1), 426-443.Available at: https://doi.org/10.7454/jessd.v7i1.1205