Main Article Content

Abstract

Satu dekade pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menunjukkan kemajuan signifikan dalam perluasan akses layanan kesehatan. Namun, penguatan layanan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)—sebagai tulang punggung JKN—belum berjalan optimal. Kajian ini mengidentifikasi sejumlah tantangan utama di FKTP, termasuk keterbatasan jumlah dan kompetensi tenaga kesehatan, variasi kualitas layanan, lemahnya sistem rujukan, belum efektifnya pengelolaan dana kapitasi, serta rendahnya integrasi digital antara Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan. Literasi teknologi tenaga medis yang masih terbatas turut memperumit situasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, artikel ini mengusulkan konsep Primary Care 4.0 sebagai pendekatan transformasional berbasis teknologi dan data terintegrasi. Melalui kajian literatur, disusun lima pilar utama: interoperabilitas dan big data; kecerdasan buatan dan Clinical Decision Support System (CDSS); Internet of Things (IoT) kesehatan; layanan telemedicine dan konsultasi digital; serta dashboard mutu berbasis data real time. Analisis menunjukkan bahwa integrasi kelima pilar tersebut dapat memperkuat layanan primer yang lebih prediktif, efisien, dan responsif terhadap tantangan masa depan. Konsep ini selaras dengan kerangka global seperti WHO Health System Building Blocks, CDC Public Health Data Modernization Initiative (DMI), dan Digital Health Maturity Model (DHMM), serta mendukung agenda transformasi sistem kesehatan di Indonesia. Pada akhirnya, Primary Care 4.0 menawarkan kerangka strategis untuk meningkatkan tata kelola dan kualitas layanan kesehatan primer.

Keywords

JKN transformasi layanan primer primary care 4.0

Article Details

How to Cite
Sarmasih, R. A. (2025). Primary Care 4.0: Inovasi Digital Berbasis Data Untuk Ketahanan Jaminan Kesehatan Nasional Pasca Satu Dekade. Bappenas Working Papers, 8(3), 385 - 404. https://doi.org/10.47266/bwp.v8i3.444

References

  1. ASEAN. (2024). ASEAN Socio-Cultural Community Building a Resilient Health System to Strengthen Regional Health Security in the ASEAN Region (Vol. 2, Issue 2).
  2. Badan PPPSDMK. (2021). Peta Jalan (road map) sistem informasi SDM Kesehatan di Indonesia.
  3. BPJS Kesehatan. (2024). Transformasi Mutu Layanan Mudah, Cepat, dan Setara. Bpjs-Kesehatan.Go.Id. https://www.bpjs-kesehatan.go.id/#/
  4. CDC. (2021). Data Modernization Initiative Strategic Implementation Plan. In CDC. https://stacks.cdc.gov/view/cdc/113466/
  5. Destrity, N. A., Rakhmawati, F. Y., & Alfira, N. (2025). Pengaruh Literasi Digital terhadap Literasi Kesehatan Digital Tenaga Kesehatan di Indonesia The Effect of Digital Literacy on Digital Health Literacy among Healthcare Professionals in Indonesia. Komunikatif, 14(1), 133–144. https://doi.org/10.33508/jk.v14i1.6040
  6. Dyah, E. (2024). RI Capai UHC Tercepat di Dunia, BPJS Kesehatan: Lebih Cepat dari Korsel. News.Detik.Com. https://news.detik.com/berita/d-7557802/ri-capai-uhc-tercepat-di-dunia-bpjs-kesehatan-lebih-cepat-dari-korsel
  7. FKM UNAIR. (2024). Keunggulan Gen Z dalam Ruang Kesehatan – fkm. Fkm.Unair.Ac.Id. https://fkm.unair.ac.id/2024/09/18/keunggulan-gen-z-dalam-ruang-kesehatan/
  8. Hadiwinata, R. (2025). Dukung Satu Data Kesehatan, BPJS Kesehatan-Kemenkes Percepat Integrasi. Detik.Com. https://news.detik.com/berita/d-7811803/dukung-satu-data-kesehatan-bpjs-kesehatan-kemenkes-percepat-integrasi
  9. Haleem, A., Javaid.Mohd, Singh, R. P., & Rajiv, S. (2021). Telemedicine for Healthcare: Capability, feature, barrier, and applications. Sensors International 2, January. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8590973/pdf/main.pdf
  10. IBM. (2025). Apa itu Interoperabilitas dalam Layanan Kesehatan? | IBM. Ibm.Com. https://www.ibm.com/id-id/topics/interoperability-in-healthcare
  11. Ionantamelia, A. P., Lili, Agustiani, A. L., Habil, M., Aryanti, N., Qonita, Amanda, D. R., & Afriyadi. (2025). Analisis Tentang Pelayanan Bpjs Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Di Rsud Raja Ahmad Thabib. Jurnal Adijaya Multidisplin, 02(06), 914–921.
  12. Izzatika, M., Syakurah, R. A., & Najmah. (2025). Tantangan Eksternal dan Internal Implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama : Studi Literatur. Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 15(2). https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1979/1260
  13. Juliana, N. (2025). Apa itu FKTP: Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam Sistem Kesehatan. Aido.Id. https://aido.id/his/apa-itu-fktp/detail
  14. Kadakia, K. T., & Desalvo, K. B. (2023). Transforming Public Health Data Systems to Advance the Population’s Health. In Milbank Quarterly (Vol. 101, pp. 674–699). https://doi.org/10.1111/1468-0009.12618
  15. Kementerian Kesehatan. (2022). Transformasi SDM Kesehatan Indonesia. Kemenkesjakartatimur.Org. https://kemenkesjakartatimur.org/transformasi-sdm-kesehatan-indonesia
  16. Kementerian Kesehatan. (2024a). Laporan Kinerja Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan.
  17. Kementerian Kesehatan. (2024b). Transformasi layanan primer. Kemkes.Go.Id. https://kemkes.go.id/id/layanan/transformasi-layanan-primer
  18. Kementerian Kesehatan. (2025). Peta Jalan SatuSehat SDMK 2025 - 2029.
  19. Kementrian Kesehatan RI. (2023). Begini Cara Terintegrasi ke SATUSEHAT bagi Fasyankes dan Penyedia Rekam Medis Elektronik. Sehatnegeriku.Kemkes.Go.Id. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230904/5843785/begini-cara-terintegrasi-ke-satusehat-bagi-fasyankes-dan-penyedia-rekam-medis-elektronik/
  20. klinikpintar. (2024). 6 Skill Digital yang Harus Dikuasai Nakes agar Makin Kompetitif. Klinikpintar.Id. https://klinikpintar.id/blog-klinik/5-skill-digital-yang-harus-dikuasai-nakes-agar-makin-kompetitif
  21. Komdigi. (2025). Pemerintah Siapkan Internet 100 Mbps untuk Sekolah dan Puskesmas Blank Spot. Komdigi.Go.Id. https://portal.komdigi.go.id/kanal-publik/berita-kini/9398
  22. Lutkevich, B. (2023). What Is the Internet of Medical Things (IoMT)? Techtarget.Com. https://www.techtarget.com/iotagenda/definition/IoMT-Internet-of-Medical-Things
  23. Maharani, S. (2022). Analisis Tantangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Indonesia pada Tingkat Puskesmas: A Literature Review. ResearchGate, December, 0–9.
  24. Mau, E. F., Perseveranda, M. ., Bibiana, R. P., Manafe, H. A., Paridy, A., & Man, S. (2023). Pengaruh Pengelolaan dan Kompetensi Sumber Daya Manusiaterhadap Penyerapan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Pukesmas di Kabupaten Belu. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 04(04), 532–546.
  25. Medeva. (2025). Tantangan KBK dalam Meningkatkan Kapitasi FKTP. Medeva.Tech. https://medeva.tech/2025/02/12/tantangan-kbk-dalam-meningkatkan-kapitasi-fktp/
  26. Mills, T., Lawton, R., & Sheard, L. (2019). Advancing complexity science in healthcare research: The logic of logic models. BMC Medical Research Methodology, 19(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12874-019-0701-4
  27. Moynagh, P., Mannion, Á., Wei, A., Clyne, B., Moriarty, F., & McCarthy, C. (2024). Effectiveness of interactive dashboards to optimise prescribing in primary care: a protocol for a systematic review. HRB Open Research, 7, 44. https://doi.org/10.12688/hrbopenres.13909.1
  28. NHS. (2024). Digital Primary Care. England.Nhs.Uk. https://www.england.nhs.uk/digitaltechnology/digital-primary-care/
  29. Ode Arli, R. S., Syamsu, R. F., & Makmun, A. (2023). Faktor Penyebab Tingginya Angka Rujukan Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Pada Era Jkn: Literature Review. Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16594–16611. https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i3.20704
  30. Persi. (2023). DTO Kemenkes Libatkan PERSI Lakukan Penilaian Maturitas Digital Fasyankes – PERSI. Persi.or.Id. https://www.persi.or.id/dto-kemenkes-libatkan-persi-lakukan-penilaian-maturitas-digital-fasyankes/
  31. Persi. (2024). Sebanyak 10 RS Dinilai Miliki Kematangan Digital dan Adopsi RME Sangat Baik. Persi.or.Id. https://www.persi.or.id/sebanyak-10-rs-dinilai-miliki-kematangan-digital-dan-adopsi-rme-sangat-baik/
  32. Reddy, S., Nguyen, L., Huggins, K., Ugalde, A., Peeters, A., Crowe, S., Bhoyroo, S. R., & Haddock, R. (2023). Digital maturity models for primary health care (Issue March).
  33. Risda, A. H., & Hidayat, R. (2024). Pengaruh Tingkat Efisiensi dan Produktivitas SDM dalam menjalankan Operasional Guna Meningkatkan Mutu Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 5(6), 3188–3202. https://doi.org/10.47476/reslaj.v6i5.1361
  34. Saul, H. (2024). Artificial intelligence in clinical decision support. Healthcaretransformers.Com. https://healthcaretransformers.com/digital-health/artificial-intelligence/artificial-intelligence-clinical-decision-support/
  35. Seputar Birokrasi. (2023). Ketersediaan Obat-obatan di Puskesmas Masih Kurang, Ini Solusinya. Seputarbirokrasi.Com. https://seputarbirokrasi.com/ketersediaan-obat-obatan-di-puskesmas-masih-kurang-ini-solusinya/
  36. Smartplus. (2022). Akreditasi FKTP - Tingkatkan Kualitas dan Mutu Pelayanan. Smartplusconsulting.Com. https://smartplusconsulting.com/2019/07/akreditasi-fktp-tingkatkan-kualitas-dan-mutu-pelayanan/
  37. STIKES Maluku Husada. (2024). Tantangan dan Inovasi Penggunaan Teknologi dalam Kesehatan Masyarakat. Stikesmalukuhusada.Ac.Id. https://stikesmalukuhusada.ac.id/kesmas/?artikel=tantangan-dan-inovasi-penggunaan-teknologi-dalam-kesehatan-masyarakat
  38. Tira, R. I., Nasution, I., Apriani, E., & Purba, S. H. (2024). Peran Big data dalam meningkatkan efektivitas Sistem Informasi Kesehatan. Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 165–176.
  39. WHO. (2016). System Thinking for Health Systems Strengthening. In WHO (Vol. 1). https://doi.org/10.1201/b21448
  40. Wijayanti, P. (2025). Meninjau Kebijakan BPJS Kesehatan: Pentingnya Fleksibilitas Rujukan. Health.Kompas.Com. https://health.kompas.com/read/25A02072449968/meninjau-kebijakan-bpjs-kesehatan-pentingnya-fleksibilitas-rujukan
  41. Yojana, Y. (2022). Gambaran Literasi Digital Tenaga Kesehatan Peserta Pelatihan di Bapelkes Cikarang Kementerian Kesehatan RI. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 2127–2133. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2262
  42. Yolanda, A. (2025). Sistem Interoperabilitas antara RME dan BPJS Kesehatan. Klikmedika.Id. https://klikmedika.id/sistem-interoperabilitas-antara-rme-dan-bpjs-kesehatan/
  43. Zammit, D., Tomaselli, G., Buttigieg, S. C., Garg, L., & Macassa, G. (2023). Digital Virtual Consultations and Improved Stakeholders’ Health and Wellbeing amongst Hospital Doctors. Sustainability, 15(5), 1–13. https://doi.org/10.3390/su15054428