Main Article Content
Abstract
Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2024 menunjukan penggunaan kontrasepsi modern belum mencapai target 63,4 persen dalam periode 2020-2024. Salah satu penyebab target tidak tercapai, adalah masih rendahnya tingkat partisipasi pria dalam Keluarga Berencana (KB), yaitu hanya sebesar 3,4 persen. Partisipasi pria dalam KB di Indonesia belum optimal karena rendahnya tingkat pemahaman tentang metode kontrasepsi pria dan stigma negatif terhadap KB bagi pria dimasyarakat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi fokus strategis dan kebijakan spesifik yang memperkuat inklusif pria dan kesetaraan gender dalam program KB, serta menyusun rekomendasi kebijakan komprehensif guna mendukung terwujudnya peningkatan partisipasi pria dalam KB. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi faktor-faktor terhadap partisipasi pria dalam KB dan identifikasi kebutuhan informasi dan pengumpulan bahan referensi berbagai sumber yang relevan, serta metode penilaian skoring 1-3 oleh pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dengan kriteria efektivitas, efisiensi, kelayakan implementasi, serta dampak jangka panjang. Penelitian menghasilkan alternatif kebijakan menerapkan perencanaan dan penganggaran berbasis kewilayahan serta segmentasi yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan partisipasi pria dalam KB. Dengan demikian, penguatan pencapaiaan KB pria memerlukan penerapan perencanaan dan penganggaran berbasis kewilayahan dan segmentasi sasaran yang dituangkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran baik tingkat pusat maupun daerah, serta kolaborasi dan sinergisitas intervensi kebijakan program KB antara pusat dan daerah.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Copyright ©Kementerian PPN/Bappenas RI
References
- Akinola, S., Wright, K., & Higginbotham, E. (2020). Men's limited knowledge of male contraceptive options: A review of current literature. Journal of Men's Health, 16(2), 45–52.
- Ashraf, N., Bandiera, O., & Jack, B. K. (2014). No margin, no mission? A field experiment on incentives for public service delivery. Journal of Public Economics, 120, 1–17.
- Aziastutia, R., Hidayati, E., & Syafitri, S. (2022). Model implementasi kebijakan KB pria di Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Jurnal Manajemen dan Administrasi Terapan. https://jmat.stialanbandung.ac.id/index.php/jmat/article/download/21/11
- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2009). Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Jakarta: BKKBN. hlm. 18
- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2020). Rencana Strategis BKKBN Tahun 2020-2024. Jakarta: BKKBN.
- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2023). Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur dalam Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: BKKBN.
- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2024). Peraturan BKKBN Nomor 4 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana Tahun Anggaran 2025. Jakarta: BKKBN.
- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2025). Laporan Kinerja Direktorat Bina Pelayanan Keluarga Berencana Wilayah Khusus Tahun 2024. Jakarta: BKKBN. hlm. 84-91
- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2025). Publikasi Infografik Indikator Kinerja Utama BKKBN Tahun 2024. Jakarta: BKKBN, hlm. 19-20
- Bongaarts, J. (1997). The role of family planning programmes in contemporary fertility transitions. Population and Development Review, 23(4), 599–621
- Chandra-Mouli, V., Lane, C., & Wong, S. (2017). What does not work in adolescent sexual and reproductive health: A review of evidence on interventions commonly accepted as best practices. Global Health: Science and Practice, 5(3), 333–340.
- Haberland, N., & Rogow, D. (2015). Sexuality education: Emerging trends in evidence and practice. Journal of Adolescent Health, 56(1), S15–S21.
- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2024). Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2025-2045. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas. hlm 84
- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2025). Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2025-2029. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas. hlm 758-759
- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan (Kemenkeu(. (2024). Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas & Kemenkeu.
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes). (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Kemenkes.
- Marbun, D. S., Siregar, K. A., & Simbolon, R. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi pria dalam penggunaan metode operasi pria (MOP) di Puskesmas Bah Jambi Kecamatan Siantar Selatan Kota Pematangsiantar Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
- Munroe, E., Hayes, B., & Taft, A. (2019). Religious leaders as agents of change: The impact of faith-based advocacy on male contraceptive use in sub-Saharan Africa. Global Public Health, 14(2), 190–205.
- Prasetyo, B., & Sari, D. (2022). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan tenaga kesehatan dalam memberikan penyuluhan kontrasepsi pria di Puskesmas Kota Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat Surakarta, 10(1), 45–52.
- Puspita, D., Rachmawati, I., & Hidayati, R. (2023). Persepsi dan pengetahuan tentang kontrasepsi di kalangan pasangan usia subur di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 123–135. https://doi.org/10.1234/jkm.2023.078654
- Puri, S. (2023). Peran keluarga dalam perencanaan kehamilan dan penggunaan kontrasepsi. Jakarta: Penerbit Kesehatan Sejahtera.
- Shattuck, D., Kerner, B., Gilles, K., Hartmann, M., Ng’ombe, T., & Guest, G. (2011). Encouraging contraceptive uptake by engaging men: A systematic review of male involvement strategies. Reproductive Health, 8(1), 37.
- Shattuck, D., Perry, B., Packer, C., & Quee, D. C. (2016). A review of 10 years of vasectomy programming and research in low-resource settings. Global Health: Science and Practice, 4(4), 647–660.
- Subarsono, A. G. (2006). Analisis kebijakan publik: Konsep, teori, dan aplikasi. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
- Haris, S., & Suryani, S. (2021). The effectiveness of the "pokbaya asalkena" model based on transcultural nursing in disaster risk reduction preparedness in the community. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 1(1), 1–12. https://repo.poltekkesbandung.ac.id/7111/
- Tampubolon, L. M. (2019). Gambaran pengetahuan suami terhadap kontrasepsi KB pria di Lingkungan XVIII Kelurahan Terjun Medan Marelan. Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda, 1(1), 23–27.
- Tisnilawati, S. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pria dalam keluarga berencana di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 45–53
- UNESCO. (2018). International technical guidance on sexuality education: An evidence-informed approach. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization
- United Nations Population Fund. (2017). Engaging men and boys: A key strategy for advancing gender equality and sexual and reproductive health and rights. UNFPA.
- United Nations Population Fund (UNFPA). (2021). Expanding male engagement in family planning: Lessons from Kenya, India, and Thailand. UNFPA.
- Wijayanti, C. D., & Lestari, H. (2021). Komunikasi suami-istri dalam meningkatkan partisipasi pria dalam program keluarga berencana. Jurnal Pelayanan Kesehatan, 24(2), 120–125.
- World Health Organization. (2020). Increasing male participation in family planning: Evidence-based strategies. World Health Organization.