Main Article Content

Abstract

Kota Sabang memiliki dua kawasan konservasi laut, yaitu Taman Wisata Alam Laut (TWAL) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 928/KPTS/UM/12/1982 dan Pesisir Timur Pulau Weh (PTPW) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 57/KEPMEN-KP/2013. Pengembangan pariwisata di Kota Sabang, termasuk penetapan kawasan ekowisata bahari telah diatur dalam Qanun (Perda) Kota Sabang No. 9 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota (Ripparkot) Sabang Tahun 2019-2027. Kawasan ekowisata bahari di Kota Sabang memiliki zona pemanfaatan pariwisata yang cukup besar untuk pengembangan kawasan ekowisata bahari. Penelitian ini bertujuan menyusun arahan dan strategi pengembangan kawasan ekowisata bahari di Kota Sabang. Analisis yang digunakan mencakup penentuan Satuan Kawasan Ekowisata Bahari (SKEB) dan A’WOT. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa, rencana pengembangan kawasan ekowisata bahari di Kota Sabang terdiri dari dua SKEB, yakni SKEB I yang meliputi Gampong (desa) Iboih, Batee Shoek dan Krueng Raya serta SKEB II yang terdiri dari Gampong (desa) Kuta Timu, Ie Meulee, Ujoeng Kareung dan Anoe Itam. Berdasarkan hasil analisis A’WOT, dihasilkan 6 strategi prioritas dalam pengembangan kawasan ekowisata bahari di Kota Sabang yaitu: (1) Mengantisipasi kerusakan lingkungan yang dapat diakibatkan oleh wisatawan dengan membuat regulasi berdasarkan daya dukung kawasan; (2) Mengembangkan wisata bahari berbasis konservasi dengan standar internasional untuk menarik wisatawan eksklusif; (3) Mengembangkan rencana pengelolaan wisata berbasis satuan kawasan wisata untuk meningkatkan tata kelola dan konservasi lingkungan; (4) Memanfaatkan status Pelabuhan Bebas Sabang dan lokasi yang strategis untuk menarik investasi dalam pengembangan infrastruktur wisata bahari; (5) Mengembangkan produk wisata bahari agar memiliki daya tarik unik untuk menghadapi persaingan dengan daerah maupun negara lain dengan atraksi dan aktivitas wisata yang serupa; (6) Meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal di bidang ekowisata melalui program pelatihan dan sertifikasi internasional.

Keywords

TWAL PTPW SKEB A'WOT

Article Details

How to Cite
Satria R, A., Tjahjono, B., & Sulistyantara, B. (2025). Strategi Pengembangan Kawasan Ekowisata Bahari Kota Sabang Provinsi Aceh. Bappenas Working Papers, 8(2), 285 - 312. https://doi.org/10.47266/bwp.v8i2.397

References

  1. Arze, M., & Holladay, P. J. (2017). Overcoming externalities: towards best ecotourism business practices in the Yacuma River Protected Area, Bolivia. Journal of Ecotourism, 16(3), 300–309. https://doi.org/10.1080/14724049.2017.1338710
  2. Cater, E. (1993). Ecotourism in the third world: problems for sustainable tourism development. Tourism Management, 14(2), 85–90. https://doi.org/10.1016/0261-5177(93)90040-R
  3. Fajriah, S. D., & Mussadun, M. (2017). Pemgembangan Sarana dan Prasarana Untuk Mendukung Pariwisata Pantai Yang Berkelanjutan (Studi Kasus: Kawasan Pesisir Pantai Wonokerto Kabupaten Pekalongan). In Universitas Nusantara PGRI Kediri (Vol. 01).
  4. Garrod, B. (2003). Local participation in the planning and management of ecotourism: A revised model approach. Journal of Ecotourism, 2(1), 33–53. https://doi.org/10.1080/14724040308668132
  5. Hawkins, J. P., & Roberts, C. M. (1992). Effects of recreational SCUBA diving on fore-reef slope communities of coral reefs. Biological Conservation, 62(3), 171–178. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/0006-3207(92)91045-T
  6. Herizal, Rassanjani, S., & Muhkrijal. (2021). Kebijakan Kepariwisataan di Provinsi Aceh: Peluang dan Tantangan. Jurnal Public Policy, 7(1), 21. https://doi.org/10.35308/jpp.v7i1.3341
  7. Latif, J. M., Rustiadi, E., & Hidayat, J. T. (2023). Strategi Pengembangan Pariwisata Pantai di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Journal of Regional and Rural Development Planning, 7(3), 263–283. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2023.7.3.263-283
  8. Marcouiller, D. W., & Prey, J. (2005). The Tourism Supply Linkage: Recreational Sites and Their Related Natural Amenities. Journal of Regional Analysis and Policy, 35(1), 23–32.
  9. Marimin. (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk (Issue May). PT Gramedia Widiasarana Indonesia. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.3743.2800
  10. Maromon, R. Y. Y. (2017). Analisis obyek wisata dan arahan pengembangannya di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  11. Masthura, F., & Fikriah. (2018). Peran Sektor Pariwisata Terhadap Kesejahteraan Dan Pendapatan Warga Lokal (Studi Kasus: Iboih, Sabang). Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM), 3(4), 615–624.
  12. Milova, Y. Y., Piskovets, E. L., & Chernyshenko, M. S. (2017). Challenges and Opportunities for Regional Tourism Development. 38(Ttiess), 438–442. https://doi.org/10.2991/ttiess-17.2017.72
  13. Pemerintah Kota Sabang. (2019). Qanun (Perda) Kota Sabang no. 9 tahun 2019.
  14. Pengembangan Destinasi Pariwisata, D. (2009). Prinsip dan Kriteria EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT. In Ekowisata.
  15. Rahayu, S., & Saragih, M. G. (2022). Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. In B. Aditi (Ed.), Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI (1st ed., Issue September 2022). CV Tungga Esti.
  16. Rahmawati, J. (2015). Rencana Dan Strategi Pengembangan Kawasan.
  17. Republik Indonesia. (2009). UUD RI Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
  18. Rustiadi, E., Indraprahasta, G. S., & Mulya, S. P. (2021). Teori Perencanaan: Mazhab dan Praktik Perencanaan Pengembangan Wilayah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  19. Rusyidi, B., & Fedryansah, M. (2019). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(3), 155. https://doi.org/10.24198/focus.v1i3.20490
  20. Saragih, M. G., Surya, E. D., & B, M. (2021). Kajian Dasar Pariwisata. In S. Widodo (Ed.), Penerbit Andalan (1st ed., Issue September). CV. Andalan Bintang Ghonim.
  21. Seetanah, B., Juwaheer, T., Lamport, M. J., Rojid, S., Sannassee, R. V, & Subadar, A. U. (2011). Does Infrastructure Matter In Tourism Development? University of Mauritius Research Journal, 17(January).
  22. Utami, B. A., & Kafabih, A. (2021). Sektor Pariwisata Indonesia Di Tengah Pandemi Covid 19. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, 4(1), 383–389. https://doi.org/10.33005/jdep.v4i1.198
  23. Yulianda, F. (2019). Ekowisata Perairan Suatu Konsep Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Bahari dan Wisata Air Tawar. In IPB Press (1st ed.). PT Penerbit IPB Press.
  24. Yulius, Rahmania, R., Kadarwati, U. R., Ramdhan, M., Khairunnisa, T., Saepuloh, D., Subandriyo, J., & Tussadiah, A. (2018). Kriteria Penetapan Zona Ekowisata Bahari (F. Yulianda, H. A. Susanto, R. Ardiwidjaja, & E. Widjanarko (eds.); 1st ed., Issue 3). PT Penerbit IPB Press. https://doi.org/10.5281/zenodo.1412165
  25. Yusra, M., Satria, D. I., Firdaus, R., & Jannah, M. (2023). Pengembangan Pariwisata terhadap Pendapatan Masyarakat di Kota Sabang pada masa New Normal. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 11(1), 11. https://doi.org/10.29103/jak.v11i1.9315