Main Article Content

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang besar secara ekonomi dan sosial-politik, belum mampu memaksimalkan kebijakan diplomasi ekonominya untuk meningkatkan pengaruhnya secara global. Negara-negara maju banyak menjadikan diplomasi ekonomi sebagai salah satu tools geopolitik. Untuk itu, Indonesia perlu menata ulang strategi dan kebijakan koordinasi diplomasi ekonominya dan meningkatkan peranan diplomasi ekonomi sebagai salah satu perangkat kebijakan luar negeri Indonesia. Namun demikian saat ini belum terdapat aktor yang dapat dan mampu untuk berperan sebagai koordinator diplomasi ekonomi Indonesia. Hal tersebut diperparah dengan masih adanya konflik dan tarik-menarik kewenangan antar sektor dan belum adanya koordinasi yang bersifat inklusif aktor yang yang dapat secara inklusif dan absolut mengkoordinasikan kebijakan diplomasi ekonomi Indonesia. Menggunakan perbandingan praktik koordinasi pelaksanaan diplomasi ekonomi di Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok sebagai alternatif kebijakan, tulisan ini melakukan analisis kebijakan koordinasi dalam bidang diplomasi ekonomi, guna memberikan telaah terhadap usulan kebijakan terkait diplomasi ekonomi Indonesia dan peranannya terhadap posisi Indonesia secara global.

Keywords

diplomasi ekonomi kebijakan struktur kelembagaan Amerika Serikat Jepang Korea Selatan Tiongkok Indonesia

Article Details

How to Cite
Hartono, A. C. (2025). Diplomasi Ekonomi dan Pengaruh Indonesia Secara Global . Bappenas Working Papers, 8(1), 1 - 22. https://doi.org/10.47266/bwp.v8i1.393

References

  1. Acemoglu, D., & Robinson, J. A. (2012). Why nations fail: the origins of power, prosperity, and poverty (Paperback edition). Crown Business.
  2. Baldwin, D. A., & Kapstein, E. B. (2020). Economic statecraft (New edition). Princeton University Press.
  3. Bardach, E., & Patashnik, E. M. (2024). A practical guide for policy analysis : the eightfold path to more effective problem solving (Seventh edition). Sage ; CQ Press.
  4. Berridge, G., & Lloyd, L. (2012). The Palgrave Macmillan dictionary of diplomacy (3rd ed). Palgrave Macmillan.
  5. Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Definisi dan Pemetaan Diplomasi Ekonomi Indonesia. Jakarta
  6. Creswell J.W. and Creswell J.D. (2018) Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, California: SAGE Publications, Inc.
  7. Dahl R.A. (1957) The Concept of Power. New York: Bobbs-Merrill.
  8. Hirschman A.O. (1945) National Power and the Structure of Foreign Trade. Berkeley: University of California Press.
  9. Kementerian Luar Negeri. (2015). Kinerja Diplomasi Ekonomi: Evaluasi atas Perjanjian Perdagangan dan Investasi. Jakarta
  10. Keputusan Menteri Luar Negeri Nomor 28/B/RO/XI/2020/01 Tahun 2020. Rencana Strategis Kementerian Luar Negeri 2020-2024
  11. Keohane, R.O. (1984). After Hegemony: Cooperation and Discord in the World Political Economy (REV-Revised). Princeton University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctt7sq9s
  12. Keohane R.O. and Nye J.S. (1973) Power and interdependence. Survival 15(4): 158–165. DOI: 10.1080/00396337308441409
  13. Keohane R.O. and Nye J.S. (1998) Power and interdependence in the information age. Foreign Affairs 77(5): 81. DOI: 10.2307/20049052.
  14. Keohane R.O. and Nye JS (2012) Power and Interdependence. Boston, MA : Longman.
  15. Killian, P. M. E. (2021). Economic Diplomacy as A Subject and Research Agenda: Practical, Conceptual and Methodological Issue. Global Strategis, 15(1), 51–78. https://doi.org/10.20473/jgs.15.1.2021.51-78
  16. List, Friedrich. (1909) The National System of Political Economy by Friedrich List, trans. Sampson S. Lloyd, with an Introduction by J. Shield Nicholson (London: Longmans, Green and Co., 1909).
  17. Luttwak E.N. (1990) From Geopolitics to Geo-Economics: Logic of Conflict, Grammar of Commerce. The National Interest 20: 17–23.
  18. Martauli, Sofia. (2018). Peran diplomasi sebagai cara meningkatkan Pengakuan internasional terhadap posisi suatu Negara dalam mengimplementasikan kebijakan politik luar negeri (Studi kasus di Indonesia). Jurnal Good Governance. 13. 10.32834/gg.v13i1.30.
  19. Mearsheimer J.J. (2001) The Tragedy of Great Power Politics. New York: Norton.
  20. Morgenthau H.J. and Thompson K.W. (1993) Politics among Nations : The Struggle for Power and Peace. New York: McGraw-Hill.
  21. Nabbs-Keller, Greta. (2013). Reforming Indonesia's Foreign Ministry: Ideas, Organization and Leadership. Contemporary Southeast Asia: A Journal of International and Strategic Affairs. 35. 56-82. 10.1355/cs35-1c.
  22. Okano-Heijmans, M. (2011). “Conceptualizing Economic Diplomacy: The Crossroads of International Relations, Economics, IPE and Diplomatic Studies”. The Hague Journal of Diplomacy, 6(1):7–36.
  23. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 46 Tahun 2020. Rencana Strategis Kementerian Perdagangan tahun 2020-2024.
  24. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021. Tahapan dan Tata Cara Pembuatan Perjanjian Perdagangan Internasional, sebagai bagian dari diplomasi ekonomi.
  25. Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2022. Pelindungan, Fasilitasi, dan Pencatatan Penanaman Modal Indonesia di Luar Negeri yang mencakup definisi terkait Diplomasi Ekonomi.
  26. Presisi Indonesia. Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Penyusunan Rancangan Strategi Perkuatan Diplomasi Ekonomi Indonesia. Jakarta
  27. Priamarizki A. (2024). Understanding the Domestic Determinants of Indonesia’s Hedging Policy towards the United States and China. Contemporary Southeast Asia, 46(1), 19–42. https://www.jstor.org/stable/27301253
  28. Rana, Kishan S. (2007). Article: ‘Economic Diplomacy: The Experience of Developing Countries’, Book: The New Economic Diplomacy: Decision Making and Negotiations in International Relations, eds. Nicholas Bayne and Stephen Woolcock, (Ashgate, London, 2nd Edition, 2007), pp. 201-20.
  29. Rosecrance R. and Stein A. (1973) Interdependence: Myth or Reality. World Politics 26(1): 1–27.
  30. Santoso, R. B., Dermawan, W., & Moenardy, D. F. (2024). Indonesia’s rational choice in the nickel ore export ban policy. Cogent Social Sciences, 10(1). https://doi.org/10.1080/23311886.2024.2400222
  31. Sending, O. J., Pouliot, V., & Neumann, I. B. (2011). The Future of Diplomacy: Changing Practices, Evolving Relationships. International Journal, 66(3), 527-542. https://doi.org/10.1177/002070201106600301 (Original work published 2011)
  32. Singer J.D. (1963) Inter-Nation Influence: A Formal Model. American Political Science Review 57(2): 420–430. DOI: 10.2307/1952832.
  33. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1999. Hubungan Luar Negeri. 14 September 1999. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 156
  34. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. 12 Januari 2009. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 2
  35. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. 11 Maret 2014. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 45
  36. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. 15 Januari 2014. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 4
  37. Waltz K.N. (1979) Theory of International Politics. Reading: Mass: Addison-Wesley Pub. Co.
  38. World Bank: World Development Indicators. https://databank.worldbank.org/source/world-development-indicators. 22 Februari 2024 (13:45)